Dipercaya akan Ubah Dunia, Blockchain Jadi Topik Konferensi CTI 2018

Jakarta: Blockchain akan menjadi tema yang diangkat oleh CTI dalam IT Infrastructure Summit karena dianggap akan menjadi teknologi berikutnya yang merevolusi industri.

Tahun ini akan menjadi tahun kelima konferensi tersebut digelar. Saat ditemui di Plaza Senayan, Direktur CTI Group, Rachmat Gunawan menyebutkan bahwa Infrastructure Summit yang diadakan oleh CTI memang selalu membahas teknologi yang sedang menjadi tren. 

"Kami membahas teknologi apa yang dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi teknologi yang akan diadopsi oleh pelaku bisnis," kata pria yang kerap disapa Rachmat ini. "Tahun ini adalah blockchain, tahun lalu adalah machine learning."

Sekilas, dia menjelaskan tentang sejarah blockchain, yang ditemukan pada 2008 oleh Satoshi Nakamoto yang merupakan anonim dan hingga kini tidak diketahui identitasnya. Salah satu contoh aplikasi blockchain adalah mata uang virtual seperti bitcoin.
 
Rachmat menjelaskan, salah satu industri yang akan terkena pengaruh paling dulu karena adanya blockchain adalah perbankan. "Sekarang, jika kita hendak melakukan transfer uang, kita tidak bisa melakukannya sendiri, tapi harus melalui bank," ujarnya.

Namun, dia mengatakan, dengan adanya teknologi blockchain, posisi bank sebagai penghubung tidak lagi dibutuhkan karena blockchain memungkinkan seseorang melakukan transaksi langsung secara peer-to-peer atau antarindividu. 

Soal implementasi blockchain di Indonesia, Rachmat merasa hal itu masih akan sulit untuk dilakukan. "Karena bitcoin itu tidak hanya soal teknologi, tapi juga mengubah model bisnis dan tatanan bisnis," katanya.
 
"Banyak tantangan dari segi teknologi dan dari segi perubahan itu sendiri." Dia menyebutkan, penggunaan blockchain juga tidak hanya mengubah sebuah perusahaan, tapi ekosistem dalam industri. 

Meskipun begitu, sudah ada perusahaan yang menggunakan blockchain. Salah satunya adalah Pos Indonesia. Selain itu, Rachmat menyebutkan ada beberapa bank dan perusahaan asuransi yang mulai tertarik untuk menggunakan blockchain.

Dia memperkirakan, blockchain akan mulai marak digunakan di dunia sekitar 4-5 tahun lagi. Hal ini juga akan berdampak ke Indonesia. Rachmat sadar, Indonesia merupakan salah satu negara yang pemerintahnya skeptis terhadap penggunaan cryptocurrency, yang merupakan salah satu aplikasi blockchain.
 
Sebelum ini, Bank Indonesia telah melarang penggunaan bitcoin atau mata uang virtual lainnya sebagai alat pembayaran. Meskipun begitu, dia yakin, mau tidak mau, teknologi blockchain akan merambah Indonesia. 
 
Source: http://teknologi.metrotvnews.com/news-teknologi/RkjjYmWk-dipercaya-akan-ubah-dunia-blockchain-jadi-topik-konferensi-cti-2018