Direktur CTI Group, Rachmat Gunawan, menjelaskan saat ini teknologi platform seperti operating system, computing, database, dan storage, sudah bukan hal yang asing lagi di tengah masyarakat. “Namun di Indonesia, istilah platform masih identik dengan perusahaan digital native atau startup seperti Gojek, Dana atau Traveloka,” kata dia di sela acara CTI IT Infrastructure Summit 2020 di Jakarta (12/3/2020).

Padahal, menurutnya, perusahaan yang sudah lama berdiri juga ikut ke dalam pusara tren ini. Ketika perusahaan mengalihkan fokus dari produk ke platform, maka mereka bisa memanfaatkan inovasi ekosistem tersebut dan mengubah pesaing menjadi mitra dan melengkapi SDM perusahaan lain.

“Namun, pastinya akan ada banyak tantangan yang akan muncul bagi perusahaan lama yang bertransformasi ke model bisnis digital tersebut. Untuk menjawab tantangan tersebutlah kami mengadakan acara ini,” ujarnya.

McKinsey pada tahun 2019 merilis lebih dari 30% aktivitas ekonomi global atau sekitar US$60 triliun mampu dimediasi oleh platform digital sampai pada tahun
2025. Namun, para ahli memperkirakan baru 3% dari perusahaan yang sudah berdiri yang sudah melakukan adopsi teknologi.

Sebagaimana diketahui, saat ini bisnis telah memasuki era platform. Dimana solusi
internal bukan lagi menjadi faktor sentral, tetapi fokus pada kolaborasi dengan pihak eksternal dan membuka kesempatan untuk menciptakan inovasi dengan menggunakan platform.

CTI IT Infrastructure Summit 2020 merupakan kegiatan tahunan yang mengumpulkan para peneliti, vendor, prakisi, akademisi, dan pemerintah. Seminar ini akan fokus pada transfer pengetahuan yang berkaitan dengan tren teknologi terkini beserta tantangannya.