PT Computrade Technology International (CTI Group), penyedia solusi infrastruktur teknologi informasi (TI), kembali menggelar konferensi dan pameran bertajuk CTI IT Infrastructure Summit 2020.

Konferensi yang memasuki tahun ketujuh ini digelar di Tribrata, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Konferensi ini menghadirkan puluhan pakar teknologi dan praktisi bisnis terkemuka serta demo solusi TI dari CTI Technology Center, vendor teknologi dunia, dan mitra bisnis CTI Group.

Setiap tahunnya, CTI IT Infrastructure Summit selalu menyajikan topik teknologi terbaru yang diprediksi akan menjadi tren di kalangan industri dalam setahun ke depan. Mengangkat tema Platform Revolution: Technology Foundation fot Digital Business, CTI IT Infrastructure Summit menghadirkan beberapa pembicara yang sudah berpengalaman dengan teknologi platform.

Direktur CTI Group, Rachmat Gunawan, mengatakan bahwa CTI IT Infrastructure Summit merupakan event tahunan perusahaan yang bertujuan untuk mengupas tren dan tantangan teknologi informasi terkini dan yang akan datang.
"Teknologi platform sudah tidak asing lagi bagi kita seperti operating systemcomputing databasestorafe, API, dan lain-lain. Namun, di Indonesia istilah platform masih identik dengan perusahaan digital atau startup. Padahal, perusahaan yang sudah lama berdiri juga bisa turut serta dalam tren platform ini," ucap Rachmat.
Namun demikian, lanjut dia, masih banyak tantangan serta hambatan terutama bagi para pebisnis perusahaan lama untuk melakukan transformasi digital.
"Untuk melakukan transformasi digital banyak sekali tantangan tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi dari sisi bisnisnya. Dari sisi teknologi baru mungkin juga sulit mencari resources-nya. Sekarang banyak kita masih kesulitan sumber daya manusia yang mumpuni. Di samping itu, culture dari sisi struktur organisasinya juga akan menjadi tantangan," tambahnya.
Mengutip laporan dari McKinsey 2019, lebih dari 30% aktivitas ekonomi global (sekitar US$60 triliun) mampu dimediasi oleh platform digital sampai 2025. Namun, para ahli memperkirakan baru 3% dari perusahaan yang sudah lama berdiri yang sudah mengadopsi strategi platform secara efektif.
"Oleh karena itu, para pebisis diharapkan untuk dapat memahami teknologi platform sehingga bisa memaksimalkan teknologi tersebut untuk bisnisnya," pungkasnya.